SPPG Sindangbarang Gelar Rakor dan Monev

SPPG Sindangbarang Gelar Rakor dan Monev

Cianjur, WartaKarya - SPPG se-Kecamatan Sindangbarang menggelar rapat koordinasi (rakor), sinkronisasi penerima manfaat, monitoring dan evaluasi (monev), serta halal bihalal secara terbuka di Pendopo Alun-alun Sindangbarang, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk APDESI, para kepala desa, serta unsur kecamatan. Rakor terbuka ini bertujuan memperkuat koordinasi dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Koordinator Kecamatan (Koorcam) SPPG Sindangbarang, Maya Sifa Wafa Kamila, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan akurasi data penerima manfaat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal pemerataan penerima manfaat guna meningkatkan akurasi, evaluasi, dan optimalisasi kolaborasi dalam mewujudkan program MBG yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui, sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan petani dalam penyediaan bahan pangan.

Dalam pelaksanaannya, monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program, memastikan ketepatan sasaran, serta melihat dampaknya terhadap status gizi penerima manfaat.

Saat ini, program MBG di Kecamatan Sindangbarang mencakup 11 desa dengan total sekitar 22.000 penerima manfaat. Tercatat telah berdiri delapan dapur SPPG, tujuh di antaranya telah beroperasi, serta menyerap sekitar 360 tenaga kerja.

Camat Sindangbarang dalam sambutannya menekankan pentingnya disiplin pelayanan dapur SPPG, keseragaman menu untuk menghindari kecemburuan sosial, serta pengelolaan limbah, baik organik maupun anorganik.

Ia juga mendorong para asisten lapangan untuk rutin melakukan kunjungan ke masyarakat dan sekolah guna menghimpun masukan.

Melalui rakor ini, berbagai masukan dihimpun dari unsur kecamatan, tenaga kesehatan, kepolisian, TNI, pihak sekolah, hingga APDESI dan kepala desa, guna meningkatkan kualitas pelayanan program ke depan. **(AE Nasution)