Mediasi Wisata Ciwidig Berujung Kesepakatan

Mediasi Wisata Ciwidig Berujung Kesepakatan

Cianjur, WartaKarya - Mediasi konflik pengelolaan objek wisata Pantai Ciwidig, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, antara pihak investor Gugung (GG) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kertajadi akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Proses mediasi berlangsung di aula Kantor Camat Cidaun, Rabu (21/4/2026).

Mediasi yang difasilitasi Forkopimcam Cidaun sempat berlangsung alot, namun kedua belah pihak akhirnya menemukan titik temu melalui kesepakatan bersama.

Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Kertajadi, Deden Mulyana, menyampaikan bahwa konflik yang terjadi merupakan miskomunikasi yang kini telah diselesaikan secara musyawarah.

“Alhamdulillah, konflik atau miskomunikasi antara Pemdes Kertajadi dan Gugung (GG) telah menemukan titik terang. Kedua pihak sepakat untuk meluruskan pengelolaan objek wisata Ciwidig agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah selanjutnya adalah menyusun perjanjian kerja sama resmi dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak.

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat lima poin utama yang disepakati. Pertama, pembagian pendapatan tiket sebesar 20 persen dari hasil bersih periode 23–28 Maret 2026 menjadi hak pihak investor. Kedua, skema pembagian pendapatan selanjutnya akan diatur kembali dalam perjanjian kerja sama.

Ketiga, pihak investor diwajibkan melengkapi legalitas sebagai syarat kerja sama. Keempat, seluruh pungutan sesuai Peraturan Kepala Desa Kertajadi Nomor 04 Tahun 2025 dilaksanakan oleh BUMDes. Kelima, apabila pihak investor tidak memenuhi legalitas, maka perjanjian kerja sama dinyatakan batal.

Penandatanganan berita acara kesepakatan dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Kertajadi, BPD, Babinsa, paralegal Posbankum, serta kuasa hukum pihak investor dan para saksi dari kedua belah pihak.

Ketua Paralegal Posbankum Desa Kertajadi, Suganda, berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam mengelola usaha secara profesional dan kondusif.

“Semoga ini menjadi pembelajaran agar ke depan pengelolaan usaha bisa berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. **(AE Nasution)