- by Redaksi 2
- 27 Agustus 2026
Lenteng Agung Gelar Tarik Tambang Semarakkan HUT RI
Jakarta Selatan, WartaKarya - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar lomba tarik tambang antarpegawai, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Jumat Bersih tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN), Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta unsur kelembagaan di lingkungan Kelurahan Lenteng Agung. Acara turut dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta, Nabilla.
Lurah Lenteng Agung, Abdul Harris, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat kolaborasi, kekompakan, dan kebersamaan seluruh unsur di lingkungan kelurahan.
“Tujuannya adalah kolaborasi, kekompakan dan kebersamaan. Kita adalah satu tim,” ujar Abdul Harris.
Menurutnya, perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kelurahan Lenteng Agung dilaksanakan secara sederhana, tetapi tetap mengedepankan kebersamaan.
“Semarak HUT Ke-81 Kemerdekaan RI kita laksanakan secara sederhana, namun kekompakannya luar biasa. Semua kita libatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan ASN dan PPSU, tetapi juga unsur kelembagaan seperti PKK serta masyarakat. Selain lomba, kelurahan juga menyiapkan kegiatan nonton bareng (nobar) film bertema perjuangan dan perang kemerdekaan.
“Nanti ada doorprize, nobar sambil ngopi bareng. Warga juga kita ajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kebersihan, sehingga program pemerintah bisa terlaksana,” tuturnya.
Abdul Harris menegaskan, keberhasilan berbagai program di wilayah Kelurahan Lenteng Agung tidak terlepas dari kekompakan seluruh elemen masyarakat.
“Semua keberhasilan atas dasar kekompakan bersama,” ujarnya.
Dalam bidang lingkungan, Abdul Harris menyebut Kelurahan Lenteng Agung telah melampaui target pembangunan satu RW satu biopori tebar (TEBA). Hingga saat ini, telah terdapat 37 TEBA yang dibangun di wilayah tersebut.
Selain itu, pihak kelurahan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah. Warga didorong memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu sehingga pengelolaannya dapat dilakukan sejak dari sumber.
“Kita terus memberikan edukasi terkait pemilahan sampah. Masyarakat harus memahami sampah organik, anorganik, dan residu. Kami juga terus menggencarkan program ini bersama LMK dan Ketua RW,” pungkas Abdul Harris. **(Hel)
