PSN RW 08 Lenteng Agung Catat ABJ 98 Persen

PSN RW 08 Lenteng Agung Catat ABJ 98 Persen

Jakarta Selatan, WartaKarya - Dalam suasana semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kader juru pemantau jentik (Jumantik), Dasawisma (Dawis), PKK, Puskesmas Pembantu Kelurahan Lenteng Agung, Ketua RT, Ketua RW 08, Ketua LMK Lenteng Agung, Plt Sekretaris Kelurahan (Sekel) Lenteng Agung beserta jajaran, melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Jumat Bersih di lingkungan RW 08, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan PSN dipusatkan di RT 006/RW 08. Dalam kegiatan tersebut, kader Jumantik melakukan pemeriksaan terhadap 120 rumah untuk mendeteksi keberadaan jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ketua Koordinator Jumantik RW 08, Antini, mengatakan dari 120 rumah yang diperiksa ditemukan dua titik positif jentik di luar rumah. Dengan temuan tersebut, Angka Bebas Jentik (ABJ) sementara mencapai 98 persen.

"Hari ini telah diselenggarakan PSN Kelurahan di wilayah RT 06. Kami bersama anggota telah memeriksa 120 rumah dan masih ditemukan dua titik jentik di luar rumah, sehingga Angka Bebas Jentik (ABJ) sementara berkisar 98 persen," ujar Antini.

Ia menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Antini juga mengimbau para kader Jumantik agar melakukan pemeriksaan secara lebih teliti dan meningkatkan gerakan Jumantik Mandiri guna memberantas dan mengurangi kasus DBD di wilayah RT 01 hingga RT 14.

Sementara itu, Taufik Imam Santoso menyampaikan terima kasih kepada warga, ibu-ibu kader, tim Jumantik, dan para ketua RT di lingkungan RW 08 yang secara rutin dan serentak melaksanakan Jumat Bersih serta kerja bakti sebagai bagian dari PSN.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus DBD, terutama menjelang musim hujan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, tercatat ABJ mencapai 98 persen dari 122 rumah yang diperiksa.

Taufik juga menyoroti kekompakan dan kesadaran warga dalam menjaga lingkungan, mulai dari pemilahan sampah organik, pemanfaatan komposter dan lubang biopori, hingga budidaya maggot.

Upaya tersebut, kata dia, telah membawa RW 08 mendapatkan apresiasi di tingkat provinsi dan nasional. Hal itu juga menjadi modal ketika RW 08 ditunjuk pihak kelurahan untuk mewakili wilayah dalam lomba kebersihan kampung dengan total hadiah sarana senilai Rp100 juta.

"Mengusung konsep pengelolaan lingkungan terpadu yang terintegrasi dan berprinsip ekonomi sirkular demi kesejahteraan warga, semangat gotong royong ini harus terus dijaga, termasuk dalam menyambut pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sedang dibangun," kata Taufik.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pembantu 2 Kelurahan Lenteng Agung, dr. Ria, mengatakan kegiatan PSN Jumat Bersih di RT 006/RW 08 merupakan bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran DBD.

Ia menyebutkan, kasus DBD di Kelurahan Lenteng Agung saat ini tercatat sebanyak 26 kasus dan masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga akhir 2026, khususnya di lingkungan RW 08.

Selain PSN, Puskesmas juga terus menggalakkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) hingga pekan depan dengan menyambangi sekolah. Anak SD dan SMP yang sebelumnya berhalangan mengikuti imunisasi dapat memperoleh vaksin HPV maupun MR (campak) secara langsung di Puskesmas pada pagi atau siang hari.

Selain program imunisasi, Puskesmas menjalankan arahan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 terkait pengelolaan lingkungan, seperti pemilahan sampah, pembuatan biopori, dan pengelolaan kompos mandiri. Pihak Puskesmas juga terus mempelajari penerapan program pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan di RW 08.

Sementara itu, Plt Sekel Lenteng Agung, Irvan Yusuf, yang mewakili Lurah Lenteng Agung karena berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi kepada para kader Jumantik dan pengurus RW 08 atas pencapaian ABJ yang mencapai 98 persen.

Menurut Irvan, kasus DBD pada Agustus berhasil ditekan hingga nol kasus. Ia mengingatkan para kader agar lebih teliti dalam memeriksa keberadaan jentik, termasuk di tempat-tempat yang berada di luar rumah seperti pot bunga dan tempat sampah.

Selain masalah DBD, Irvan mengimbau warga untuk mewaspadai potensi kebakaran akibat penggunaan stop kontak listrik, terutama pada kondisi cuaca panas.

Ia juga mengapresiasi kemandirian RW 08 dalam pemilahan sampah serta inovasi tempat sampah berbasis sensor yang berhasil lolos hingga tingkat provinsi dalam ajang Jakarta Innovation Award.

"Kami mengapresiasi kerja keras seluruh elemen RT dan RW 08 yang mewakili kelurahan dalam Lomba Bersih Kampung. Semoga dapat kembali meraih gelar juara dan menambah koleksi penghargaan bagi wilayah," ujar Irvan.

Kegiatan PSN Jumat Bersih tersebut menjadi bagian dari upaya bersama warga dan pemerintah kelurahan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penyebaran DBD di wilayah Lenteng Agung. **(Hel)

 

Iklan 24.08.2026

Popular News