- by Redaksi 2
- 29 Juli 2026
Jaksel Tanam Bawang dan Jagung Serentak
Jakarta Selatan, WartaKarya - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Gerakan Tanam Bawang Merah dan Jagung Serentak sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan lonjakan harga bahan pokok.
Kegiatan yang dipusatkan di Agro Edukasi Wisata Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Selasa (28/7/2026), dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo bersama Ketua TP PKK Jakarta Selatan Azizah Syafrin.
Gerakan tanam serentak tersebut dilaksanakan di 187 lokasi di wilayah Jakarta Selatan yang terdiri atas 75 lokasi Taman Hatinya PKK, 62 RPTRA, dan 50 lokasi penggiat urban farming.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pemanfaatan setiap ruang yang tersedia menjadi lahan produktif.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan, TP PKK, kelompok urban farming, serta seluruh unsur yang telah menunjukkan komitmen dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.
Syafrin berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya menanam yang terus berkembang di lingkungan masyarakat.
"Gerakan menanam ini harus terus berlanjut sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga dan lingkungan," katanya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin, mengajak seluruh kader PKK, pengelola RPTRA, penggiat urban farming, serta masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan gerakan tersebut.
"Khusus pengelola RPTRA, saya akan memantau langsung perkembangan tanaman bawang merah dan jagung yang ditanam hari ini," ujar Azizah.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menjelaskan kegiatan tersebut menanam sekitar 325 kilogram umbi bawang merah, 17.500 benih jagung manis, dan 4.000 benih jagung ketan.
"Melalui gerakan ini diharapkan tercipta budaya menanam di masyarakat, meningkatnya ketersediaan pangan keluarga, bertambahnya kawasan pertanian perkotaan yang produktif, serta tumbuhnya kesadaran bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama," jelasnya.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Iwan Indriyanto, mengatakan konsep pertanian di Jakarta kini tidak hanya berbasis lahan, tetapi juga memanfaatkan ruang-ruang yang tersedia melalui urban farming.
Ia berharap seluruh camat, lurah, serta masyarakat terus mengembangkan gerakan tersebut secara masif dengan memanfaatkan ruang di lingkungan masing-masing.
"Urban farming menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan kemandirian pangan skala rumah tangga. Karena itu, kolaborasi pemerintah dengan kader PKK dan masyarakat akan terus didorong melalui monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan," tutup Iwan. **(Hel)
